I. TUJUAN MEMAHAMI DAN MENDALAMI PANCASILA

  1. Tujuan memahami dan mendalami Pancasila (sangat mendasar)
  2. 1. Sebutkan 3 tujuan memahami pancasila?
  1. Mengenal dan mengerti Pancasila yang benar dan sah /resmi
  2. Mendalami , menghayati, mengamalkan Pancasila secara baik.
  3. Menjaga kelestarian , kesaktian dan keampuhan Pancasila secara Preventif (pendidikan, santiaji dll) maupun Represif dari gangguan dari Dalam dan Luar Negeri..
  1. 2. Jelaskan Kriteria Pancasila yang sah dan Benar?

Pancasila yang benar dan sah secara yuridis konstitusional yakni sebagai dasar pengatur penyelenggaraan pemerintah Negara .Obyektif ilmiah karena Pancasila adalah suatu faham filsafat dan benar secara Moral dan Etika

  1. Jelaskan Pengertian :

a .Pancasila yang sah

b.Pancasila yang benar

c Pancasila yang otentik

Berdasarkan Inpres No. 12 tahun 1968 ( 13 April 1968 ), rumusan pancasila yang benar dan sah adalah  yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4   disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan di tetapkan dalam  Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara yaitu:

1)      Ketuhanan Yang Maha Esa

2)      Kemanusian yang Adil dan Beradab

3)      Persatuan Indonesia

4)      Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.

5)      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

d. Pelestarian pancasila

e. Mengamalkan Pancasila

Karena Pancasila digali dari sosio-budaya bangsa Indonesia di rumuskan oleh para pendiri bangsa dan disepakati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai milik yang harus diamankan dari gangguan dari dalam dan luar negeri.  dan dilestarikan secara refresif dan preventif. Maka generasi penerus seluruh Indonesia memiliki kewajiban moral untuk mengamalkan, memahami, menghayati, dan melaksanakan  nilai-nilai Pancasila. Tanpa ini maka Pancasila akan merupakan rangkaian kata indah, beku, dan mati  yang tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa.

f. Sesuai secara yuridis

g. Sesuai secara Konstitusional

Alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan landasan yuridis konstitusional karena di dalamnya terdapat rumusan dan susunan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara yang sah, benar dan otentik .

h.Sesuai secara etika dan moral

Pancasila memuat nilai nilai luhur dan mendalam yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia.

i.tidak berlawanan secara religius

Pancasila masuk dalam aliran Sosialisme Religion yang artinya Sosialisme yang mengandung dan terjiwa oleh agama. Ada di dalam  Sila 1 pertama yakni  Ketuhanan Yang Maha Esa.

  1. Di mana di cantumkan pancasila yang sah dan benar?

Pembukaan UUD 1945 alinea ke IV

  1. Sebutkan fungsi dan kedudukan pancasila bagi bangsa dan Negara RI?

Kedudukan dan fungsi Pancasila bilamana dikaji secara ilmiah memiliki pengertian pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, pandangan hidup bangsa,  ideologi bangsa dan Negara, kepribadian bangsa. Bahkan dalam proses terjadinya terdapat berbagai macam terminologi yang harus didesktipsikan secara objektif. Selain itu, pancasila secara kedudukan dan fungsinya juga harus dipahami secara kronologis.

Oleh karena itu, untuk memahami Pancasila secara kronologis baik menyangkut rumusannya maupun peristilahannya maka pengertian Pancasila tersebut meliputi lingkup pengertian sebagai berikut :

a. Pengertian Pancasila secara etimologis

Secara etimologis istilah “Pancasila” berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) adapun bahasa rakyat biasa adalah bahasa Prakerta. Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta perkataan “Pancasila” memiliki dua macam arti secara leksikal yaitu :

“panca” artinya “lima”

“syila” vokal I pendek artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”

“syiila” vokal i pendek artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”

Kata-kata tersebut kemudian dalam bahasa Indonesia terutama bahasa Jawa diartikan “susila “ yang memilki hubungan dengan moralitas. Oleh karena itu secara etimologis kata “Pancasila” yang dimaksudkan adalah adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting.

b. Pengertian Pancasila secara Historis yaitu tentang Sejarah Proses perumusan Pancasila

c. Pengertian Pancasila secara Terminologis tentang Rumusan Pancasila yang secara konstisional sah dan benar sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.

6.Sebutkan fungsi dan kedudukan pokok pancasila bagi bangsa dan Negara RI?

1. Pancasila sebagai Dasar Negara (Pembukaan UUD 1945)

2. Pancasila sebagai Pandangan Hidup

3. Pancasila sebagai sumber hukum dasar nasional tertulis ( pasal 1 (3) Tap MPR No.III/MPR/2000).

4. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

5 .Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa …

6. Pancasila sebagai Tujuan Bangsa Indonesia

7. Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia.

7. Jelaskan Aspek Positif dan Negatifnya dari banyaknya penyebutan fungsi dan kedudukan terhadap Pancasila?

Aspek  positifnya ialah,

ü      Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh Negara)

ü      Pancasila dapat di gunakan sebagai alat pemersatu bangsa.

ü      Menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat, keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Pancasila dengan sifat keterbukaanya melalui tafsir-tafsir baru kita jadikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti

Aspek  negatifnya ialah,

ü       Dapat dimainkan(-instumentalisasi-) sebagai alat politik semata oleh  yang berkuasa. Orde Lama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif,. Demikian pula di Orde Baru yang “berideologikan ekonomi”, Pancasila dijadikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk KKN dan kroni-isme dengan mengatasnamakan sebagai Mandatoris MPR sehingga Nilai-nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru.

8. Jelaskan pengertian pancasila sebagai

a. Pandangan hidup

Pancasila adalah alat  yang dapat mempersatukan  bangsa Indonesia  serta memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin dalam masyarakat kita  yang beraneka ragam suku, agama, bahasa, adat istiadat, kebiasaan budaya sifatnya.

b. Dasar Negara

Pancasila Dasar Negara RI yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

c.Jiwa bangsa

Karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat di pisahkan dari bangsa Inonesia  serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila –secara terlepas dari yang lain- bersifat universal yang juga dimiliki oleh bangsa lain di dunia ini. Akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah-pisah itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

d Kepribadian bangsa

Pancasila merupakan pilihan unik yang paling tepat bagi bangsa Indonesia, karena merupakan cermin sosio-budaya bangsa Indonesia sendiri sejak adanya di bumi Nusantara. Secara integral, Pancasila adalah meterai yang khas Indonesia.

e.Cita2 dan tujuan bangsa Indonesia

Sebagai tujuan Negara Pancasila nyata perannya, karena pemenuhan nilai-nilai Pancasila itu melekat erat dengan perjuangan bangsa dan negara Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hingga kini dan di masa depan. Pola pembangunan nasional semestinya menunjukkan tekad bangsa dan negara Indonesia untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

f. Perjanjian luhur bangsa Indonesia.

Karena Pancasila digali dari sosio-budaya bangsa Indonesia sendiri, disepakati bersama oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai milik yang harus diamankan dan dilestarikan. Pewarisan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus adalah kewajiban moral seluruh bangsa Indonesia. Melalaikannya berarti mengingkari perjanjian luhur itu dan dengan demikian juga mengingkari hakikat dan harkat diri kita sebagai manusia.

B. Sejarah Perumusan Pancasila

1. Kapan / pada masa penjajahan siapa Pancasila mulai di rumuskan?

Proses perumusan Pancasila diawali pada masa penjajahan Jepang, karena  mulai tahun 1944 tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Kemudian untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944.

2. Jelaskan

  1. Badan apa yang merumuskan?
  2. Badan tsb di bentuk atas anjuran siapa?
  3. Apa tugas badan tsb?

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan bantuannya baik moril maupun materiil pada tanggal 7 September 1944  Perdana Menteri Jepang Kaiso Kuniaki memberikan janji kemerdekaan  kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat di kemudian hari.yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)/ Dokuritsu Junbi Cosakai yang di umumkan oleh Panglima tentara ke-16 Letnan Jendral Keimakici Harada pada tanggal 1 Maret 1945,   Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.

  1. Siapa Ketua Badan tsb dan wakil-wakilnya?
  2. Berapa anggotany?
  3. Dimana pelaksanaan sidang-sidangnya?

BPUPKI  dilantik 28 Mei 1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Jepang. Adapun keanggotaan yang terbentuk berjumlah 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan R.P Suroso dan seorang Jepang sebagai wakilnya Ichi Bangase ditambah 7 anggota Jepang yang tidak memiliki suara. Ir. Soekarno yang pada waktu itu juga dicalonkan menjadi ketua, menolak pencalonannya karena ingin memperoleh kebebasan yang lebih besar dalam perdebatan, karena biasanya peranan ketua sebagai moderator atau pihak yang menegahi dalam memberi keputusan tidak mutlak.

Selama masa tugasnya BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di gedung Chou Sang In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

Pada tanggal 29 Mei 1945 di sidang pertama, Dr. KRT. Rajiman Widyodiningrat selaku ketua dalam pidato pembukaannya menyampaikan masalah pokok menyangkut dasar negara Indonesia yang ingin dibentuk.

g.   Sebutkan anggota badan tsb yag berpidato mengajukan usul perumusan dasar Negara! Kapan?

Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara Indonesia yaitu tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muhammad Yamin , tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Supomo dan tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno.

  1. Sebutkan usulan masing-masing?

Tanggal 29 Mei 1945 Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu:

1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu:

a. persatuan
b. mufakat dan demokrasi
c. keadilan sosial
d. kekeluargaan
e. musyawarah

Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:

a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang Maha Esa.

Kelima asas dari Ir. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu:

a. Sosionasionalisme
b. Sosiodemokrasi
c. Ketuhanan yang berkebudayaan

Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.

Ternyata konsep Pancasila diambil dari konsep Ir. Soekarno, dan kita selalu mengenang tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

3. Sebutkan masa2 sidang badan tersebut?

Tanggal 29 Mei 1945 s/d 1 Juni 1945

4.   a. Sebutkan beberapa panitia kecil yang di bentuk pada akhir masa sidang pertama badan tersebut?

b. Apa tugasnya?

c. Siapa Ketuanya?

Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta

Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang (panitia 9), yaitu:

1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin

5. Sebutkan rumusan dasar Negara yang tercantum dalam hasil kerja panitia 9?

Hasil dari pertemuan tersebut, direkomendasikan Rumusan Dasar Negara yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi:
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya;
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
c. Persatuan Indonesia;
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

6. Jelaskan :

a. Badan yang mengesahkan Pancasila sebagai Dasar Negara?

b. Kapan di bentuk

c. Berapa jumlah anggotanya?

d. Siapa ketua dan wakil?

e.Kapan mengadakan sidang?

f. Apa ketetapan penting dari sidang badan tsb?

g. di tetapkannya Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam pembukaan UUD RI. jelaskan!

h. Sebutkan Rumusan Dasar Negara yang tercantum dalam pembukaan UUD RI yang di tetapkan pembukaan tsb?

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Pada tanggal 9 Agustus 1945 di bentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan atau Dokuritsu Zyunbi Inkai yang anggotanya terdiri dari 21 orang, termasuk ketua dan wakil ketua. Adapun susunan keanggotaan PPKI tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
Adapun anggota-anggotanya sebagai berikut :
3. dr. Radjiman Widiodiningrat
4. Ki bagus hadikusumo
5. Oto Iskandar Dinata
6. Pangeran Purboyo
7. Pangerang Soeryoadmodjo
8. Soetadjo Kartotamidjojo
9. Prof. Dr. Mr. Soepomo
10. Abdul Kadir
11. Drs. Ya Tjiwan Bing
12. Dr. Mohammad Amir (didatangkan dari Sumatera)
13. Mr. Abdul Abbas (Didatangkan dari Sumatra)
14. Dr. Ratulangi (Didatangkan dari Sulawesi)
15. Andi Pangerang (Didatangkan dari Sulawesi)
16. Mr. Latur
17. Mr. Pudja (didatangkan dar Bali)
18. A.H Hamidar (didatangkan dari Kalimantan)
19. R.P Soeroso
20. Abdul Wachid hasyim
21. Mr. Mohammad Hassan

Selanjutnya keanggotaan bertambah 6 yaitu :

  1. Achmad Soebardjo (Anggota)
  2. Sajoeti Melik (Anggota)
  3. Ki Hadjar Dewantara (Anggota)
  4. R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)
  5. Kasman Singodimedjo (Anggota)
  6. Iwa Koesoemasoemantri (Anggota)

Sidang Pertama PPKI  tanggal 18 Agustus 1945 menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut :

  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 termasuk preambule (pembukaan)
  2. Memilih Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Dr. Moh. Hatta sebagai wakil Presidenyangpertama.
  3. Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat Sebagai Badan Musyawarah Darurat.

Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya.

Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wahid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan “Yang Maha Esa”. Adapun bunyi Pembukaan UUD1945 selengkapnya sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

7. Sebutkan 3 klasifikasi Rumusan Pancasila yang tersebar di masyarakat. Buat skema

I. RUMUSAN DAN SISTEMATIKA PANCASILA YANG BERSIFAT KONSEP


Rumusan Mr. Muh. Yamin :

Rumusan Pidato

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri ke-Tuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Kesejahteraan Rakyat

Rumusan Tertulis

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Ir Sukarno :

Rumusan Pancasila

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme,-atau peri-kemanusiaan
  3. Mufakat,-atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. ke-Tuhanan yang berkebudayaan

Rumusan Trisila

  1. Socio-nationalisme
  2. Socio-demokratie
  3. ke-Tuhanan

Rumusan Ekasila

  1. Gotong-Royong

Rumusan  Piagam Jakarta :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan  BPUPKI :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

II. RUMUSAN DAN SISTEMATIKA PANCASILA  YANG TIDAK BERLAKU

Rumusan  Konstitusi RIS

  1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
  2. perikemanusiaan,
  3. kebangsaan,
  4. kerakyatan
  5. dan keadilan sosial

Rumusan  UUD Sementara

  1. ke-Tuhanan Yang Maha Esa,
  2. perikemanusiaan,
  3. kebangsaan,
  4. kerakyatan
  5. dan keadilan sosial

III. RUMUSAN DAN SISTEMATIKA PANCASILA  YANG BENAR DAN RESMI

Rumusan  UUD 1945

Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu, Sukarno, mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rumusan  Populer

Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945, hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir. rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan  diterima oleh MPR, yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004, dalam berbagai produk ketetapannya, diantaranya:

  1. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, dan
  1. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan

Rumusan:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rumusan-rumusan_Pancasila

C. Perumusan  Naskah Proklamasi.

1. Peristiwa apa yang terjadi terhadap 2 tokoh penting rakyat Indonesia sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan .

Peristiwa Rengas Dengklok

2. Sebutkan sebab-sebabnya

Sebabnya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang dan kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu dan mendesak secepatnya memproklamsikan kemerdekaan karena para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Namun Sukarno –Hatta menolak desakan tersebut sehingga di culik oleh para pemuda.

3. Sebutkan

a. yang termasuk tokoh2 tua (senior), minimal 5 orang?

Bung Karno, Bung Hatta,  Mr Achmad Subardjo, sudiro, Sutan Shahrir,Agus Salim

b.  yang termasuk tokoh2 muda (yunior), minimal 5 orang?

Wikana , Darwis ,Chaerul Saleh , Sukarni , BM Diah, Sayuti Melik.

4. dimana sidang perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI?

Di Jakarta  Jl. Teji Meijidori No. 1 (kini Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat), Di kediaman petinggi militer Jepang Laksamana muda Tadashi Maeda, panglima AL Jepang di Indonesia.

5. Siapa yang menandatangani Naskah Proklamasi kemerdekaan  RI, atas nama  siapa?

Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta

6. Mana naskah proklamasi kemerdekaan RI yg otentik (asli) yang di tulis atau yang sudah di ketik dan di tandatangani?

Isi teks proklamasi kemerdekaan adalah:

hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik),

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Teks proklamasi. Tulisan tangan Ir. Sukarno:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17-8-05

Wakil2 bangsa Indonesia.

7. Jelaskan

a. Kapan di bacakannya ?

17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang

b. Siapa yang membacakan

Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta

c. Di mana hari apa, pukul berapa?

Pada hari Jumat, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Tepat pukul 10.00 WIB

8. Sebutkan arti dan makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia?

1. Berakhirnya masa penjajahan Jepang di Indonesia

2. Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh.

3. Puncak perjuangan bangsa Indonesia.

4. Merupakan jembatan emas bagi Indonesia demi tercapainya pembangunan nasional

9. Merupakan sumber apa bagi Negara  RI proklamasi tersebut?

Sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan RI.

10. Dalam hubungan proklamasi kemrdekaan, Bung Karno, dan Bung Hatta di sebut sebagai apa?

Proklamator

II. LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

A. LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA

1.    Mengapa setiap warga Negara RI harus mempelajari, mendalami, memahami, menghayati, dan mengamalkan Pancasila?

Karena Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu, setiap warga Negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati dan mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan.

2.   Sebutkan Landasan Bagi Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi?

  • Landasan Historis
  • Landasan Kultural
  • Landasan Yuridis
  • Landasan Filosofis

3. Jelaskan secara singkat Landasan Historis Pancasila?

Secara historis nilai – nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar Negara Indonesia secara objektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai – nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. Oleh karena itu berdasarkan fakta objektif secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai – nilai Pancasila. Atas dasar pengertian dan alasan histories inilah maka sangat penting bagi generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk,mengkaji, memahami dan mengembangkan berdasarkan pendekatan ilmiah, yang pada gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai – nilai yang dimiliki sendiri.

4. Jelaskan bahwa nilai – nilai Pancasila bukan hasil pemikiran perorangan?

Nilai – nilai yang dirumuskan dalam Pancasila bukanlah pemikiran satu orang, seperti halnya ideologi komunis yang merupakan pemikiran dari Karl Marx, melainkan pemikiran konseptual dari tokoh – tokoh bangsa Indonesia seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Prof. Mr. Dr. Supomo,dan tokoh – tokoh lain.

5. Jelaskan Pengertian Pancasila mengandung nilai –nilai terbuka?

Pancasila mengandung nilai – nilai yang terbuka bagi masuknya nilai – nilai baru yang positif, baik yang datang dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri.

6. Sebutkan landasan Yuridis bagi pendidikan Pancasila?

Landasan Yuridis perkuliahan Pendidikan Pancasila dipendidikan tinggi tertuang dalam Undang –undang No.2 Tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional. Pasal 39 telah menetapkan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan, wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

7. Jelaskan Landasan Filosofis Pendidikan Pancasila?

Pancasila adalah sebagai dasar Filsafat Negara dan pandangan Filosofis bangsa Indonesia. Oleh karena itu sudah merupakan suatu keharusan moral untuk secara konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek  kehidupan bermasyarakat, berbagsa dan bernegara. Hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan secara filosofis dan objektif bahwa bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara mendasarkan pada nilai – nilai yang tertuang dalam sila – sila Pancasila yang secara Filosofis bangsa Indonesia sebelum mendairikannegara. Atas pengertian filosofis tersebut  maka dalam hidup bernegara nilai – nilai Pancasila merupakan dasar filsafat Negara.

B. TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

1. Sebutkan tujuan Pendidikan Pancasila?

Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan sikap dan perilaku, (1) memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggungjawab sesuai dengan hati nuraninya, (2) memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara – cara pemecahannya, (3) mengenali perubahan – perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta (4) memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai – nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

2. Tujuan Nasional :

2.1 Sebutkan tujuan Nasional Indonesia?

Tujuan Nasional sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, menyatakan : “…………. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, …. Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ….”. Tujuan Nasional sebagaimana ditegaskan dalam pembukaan itu diwujudkan melalui pelaksanaan penyelenggaraan Negara yang berkedaulatan rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Penyelenggaraan Negara dilaksanakan melalui pembangunan Nasional dalam segala aspek kehidupan bangsa oleh penyelenggara Negara, yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi Negara bersama – sama segenap rakyat Indonesia di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

2.2 Dimana dicantumkannya tujuan Nasional Indonesia?

Tujuan Nasional Indonesia  dicantumkan di Pembukaan UUD 1945 alenia keempat.

3. Tujuan Pendidikan Nasional

3.1 Sebutkan tujuan Pendidikan Nasional?

Tujuannya berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.

3.2 Pasal berapa dalam UUD 1945 yang menjadi landasan bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia?

  • Pasal 31 ayat 3 UUD 1945.

3.3 Sebutkan bunyi Pasal tersebut?

Berbunyi : “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang di atur dengan Undang-undang.

3.4 Sebutkan Undang – undang Nomor berapa yang mengatur tentang Pendidikan Nasional?

  • Undang – undang yang mengatur tentang Pendidikan nasional terdapat pada UU No.2 Tahun 1989.

4. Sebutkan indikator Pendidikan Pancasila yang berhasil?

Pendidikan Pancasila yang berhasil akan membuahkan sikap mental bersifat cerdas, penuh tanggung jawab dari peserta didik dengan perilaku yang:

  • Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berperikemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Mendukung persatuan Bangsa.
  • Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentinagn bersama di atas kepentingan perorangan.
  • Mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial.

5. Sebutkan dasar subtansi kajian Pendidikan Pancasila?

Sesuai dengan SK Dirjen Dikti, Depdiknas No.38 / Dikti / 2002 menyatakan bahwa dasar subtansi kajian Pendidikan Pancasila meliputi pokok – pokok bahasan sebagai berikut :

  1. Landasan dan tujuanPendidikan Pancasila
  2. Pancasila sebagai Filsafat
  3. Pancasila sebagai Etika Politik
  4. Pancasila sebagai Ideologi Nasional
  5. Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan Bangsa Indonesia
  6. Pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI
  7. Pancasila sebagi paradigma kehidupan dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara

III. PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT

A. CARA BERFIKIR FILSAFAT

1. Sebutkan 3 syarat, agar seseorang dapat mengamalkan Pancasila (Pancasialis)?

Untuk dapat mengamalkan Pancasila yang juga disebut sebagi Pancasilais seharusnya memenuhi 3 syarat,yaitu :

  • Keinsyafan batin tentang benarnya Pancasila sebagai Falsafah Negara
  • Pengakuan bahwa yang bersangkutan menerima dan mempertahankan Pancasila
  • Mempersonifikasi seluruh sila – sila Pancasila dalam perbuatan dengan membiasakan praktek pengamalan seluruh sila – sila dalam sikap, perilaku budaya, dan politik

2. Pengertian Filsafat :

2.1 Uraikan secara etimologi kata filsafat atau falsafah?

Secara etimologi, kata falsafah berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philosophia : phile / philos / philein yang artinya cinta / pecinta / mencintai dan shopia, yang berarti kebijakan / whisdom / kearifan / hikmah / hakikat kebenaran. Jadi filsafat artinya kebijakan atau hakikat kebenaran.

2.2  Jelaskan pengertian berfilsafat?

Berfilsafat berarti berpikir sedalam – dalamnya terhadap sesuatu secara metodik,sistematis, menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat sesuatu.

2.3. Jelaskan pengertian filsafat menurut D.Rones?

Menurut D. Runes, filsafat berarti ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijakan dan cinta akan kebijakan.

3.   Sebutkan hal – hal yang diajarkan suatu sistem filsafat?

Suatu system filsafat sedikitnya mengajarkan tentang sumber dan hakikat realita, filsafat hidup dantatanilai (etika), termasuk teori terjadinya pengetahuan manusia dan logika.

4.   Aliran – aliran Filsafat :

4.1 Sebutkan aliran – aliran filsafat?

  1. Aliran Materialisme
  2. Aliran Idealisme / Spiritualisme
  3. Aliran Realisme

4.2 Jelaskan secara singkat aliran – aliran tersebut?

Aliran – aliran utama yang ada sejak dahulu sampai sekarang meliputi sebagai berikut:

1. Aliran Materialisme

Aliran Materialisme mengajarkan bahwa hakikat realistis kesemestaaan,termasukmakhlukhidup,manusia,ialah materi.

2. Aliran Idealisme / Spiritualisme

Aliran  Idealisme / Spiritualisme mengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia. Subyek manusia sadar atas realistis dirinya dan kesemestaan, karena ada akal budi dan kesadaran rohani.

3. Aliran Realisme

Aliran realisme menggambarkan bahwa kedua alirandiatas, materialisme dan idealisme yang bertentangan itu, tidak sesuai dengan kenyataan (tidak realistis).Sesungguhnya, realitas kesemestaan, terutama kehidupan bukanlah benda (materi) semata – mata.

5.  Nilai-nilai Pancasila berwujud dan bersifat filsafat :

5.1 Bagaimana mendalami Pancasila sebagai Ilmu Pengetahuan secara   mendalam?

Pendekatan filsafat Pancasila adalah ilmu pengetahuan yang mendalam tentang Pancasila. Untuk mendapatkan pengertian yang mendalam,kita harus mengetahui sila – sila Pancasila tersebut. Dari setiap sila – sila kita cari pula intinya. Setelah kita ketahui hakikat dan inti tersebut di atas, maka selanjutnya kita cari hakikat dan pokok – pokok yang terkandung di dalamnya.

5.2    Kedudukan Pokok Pancasila:

a. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa?

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur sikap dan tingkah laku manusia Indonesia, dalam hubungannya dengan Tuhan, masyarakat, dan alam semesta.

b. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai Dasar Negara?

Pancasila sebagai dasar Negara, ini berarti bahwa nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur tata kehidupan bernegara,seperti yang diatur oleh UUD 1945.

5.3   Sebutkan Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang – undangan RI, menurut  Tap MPR No.III/MPR/2000 ?

Sumber Hukum dan Tata Urutan Perundang – undangan, yaitu sebagai berikut :

a. Undang – undang Dasar 1945

b. Ketetapan MPR

c. Undang – undang

d. Peraturan pemerintah pengganti undang – undang ( Perpu )

e. Peraturan pemerintah

f. Keputusan presiden

g. Peraturan daerah

5.4   Jelaskan hubungan antara:

Pancasila – Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 – Pembukaan UUD 1945 dan Pasal – pasal UUD1945?

Filsafat Pancasila yang abstrak tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan uraian terincidari Proklami 17 Agustus 1945 yang dijiwai Pancasila. Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan suatu kedaulatan yang utuh. Jiwa Pancasila yang abstrak setelah tercetus menjadi Proklamasi Kemerdekaan 17Agustus 1945, tercermin dalam pokok – pokok yang terkandung dalam Pembukuan UUD 1945.

Berdasarkan penjelasan otentik UUD 1945, undang – undang dasar menciptakan pokok – pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukuan UUD 1945 pada pasal – pasalnya. Halini berarti pasal – pasal dalam Batang Tubuh UUD 1945 menjelmakan pokok – pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai perwujudan dari jiwa Pancasila. Berhubungan dengan itu,kesatuan tafsir sila – sila Pancasila harus bersumber dan berdasarkan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945.

5.5   Jelaskan Pengertian :

a. Pancasila sebagai ajaran Filsafat?

Sebagai ajaran filsafat, Pancasila mencerminkan nilai dan pandangan dasar dan hakiki rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan sumber kesemestaan, yakni Tuhan Yang Maha Pencipta.

    1. Pancasila sebagai Filsafat Negara?

Dasar normatif yang dapatkita sebut filsafat Negara diperlukan sebagai kerangka untuk menyelenggaraan. Falsafah Negara merupakan norma yang paling mendasar untuk mencek apakah kebijakan legislative dan eksekutif sesuai dengan persetujuan dasar masyarakat.

B. PENGERTIAN SEBAGAI FILSAFAT

1.   Jelaskan pengertian filsafat sebagai metode?

Filsafat sebagai metode menunjukkan cara berfikir dan cara mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan untuk dapat menjabarkan ideologi Pancasila.

2.   Jelaskan pengertian filsafat sebagai pandangan?

Pancasilasebagai filsafat mengandung pandangan, nilai dan pemikiran yang dapat menjadi subtansi dan isi pembentukan ideology Pancasila.

3.   Jelaskan pengertian filsafat Pancasila?

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secararingkas sebagai refleksi kritisdanrasionaltentangPancasilasebagai dasar Negara dan kenyataan budaya bangasa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok – pokok  pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh.

4.Jelaskan pengertian pembahasan filsafat Pancasila secara:

4.1  Deduktif

Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara Deduktif yakni dengan mencari hakikat Pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif.

4.2  Induktif

Pembahasan filsafat dapat dilakukan secara Induktif yakni dengan mengamati gejala –gejala social budaya masyarakat,merefleksikannya, danmenarik arti dan makna yang hakiki dari gejala – gejala itu. Dengan demikian menyajikan sebagai bahan – bahan yang sangat penting bagi penjabaran idiologi Pancasila.

5.Jelaskan pengertian Ideologi Pancasila?

Ideologi Pancsila adalah keseluruhan prinsip normative yang berlaku bagi negara Republik Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan, namun filsafat Pancasila akan mengungkapkan konsep – konsep kebenaran yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, melainkan bagi manusia pada umumnya.

6.Sebutkan bidang – bidang yang termasuk wawasan filosofi?

Wawasan Filsafat meliputi bidang – bidang penyelidikan ontologi, epistemology, dan aksiologi. Ketiga bidang ini dapat dianggap mencangkup kesemestaan.

7.Aspek Ontologi, Jelaskan definisi menurut :

7.1  Runes

Menurut Runes Ontologi adalah teori tentang ada keberadaan atau eksistensi.

7.2   Aristoteles

Menurut Aristoteles sebagai filsafat pertama, Ontologi adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu dan disamakan artinyadengan metafisika.

7.3  Secara umum

Ontologi adalah bidang yang menyelidiki makna yang ada (eksistensi dan keberadaan), sumber ada, jenisada dan hakikat ada, termasuk ada alam manusia, metafisika, dan kesemestaan atau kosmologi.

8. Aspek Ontologi, Jelaskan definisinya :

8.1  Menurut Runes

Ontologi menurut Runes ialah teori tentang ada keberadaan atau eksistensi dan  Menurut Aristoteles, sebagai filsafat pertama, ontologi adalah ilmu yang menyelidiki hakikat scsuatu dan disamakan artinya dengan metafisika.

8.1  Secara umum

ontologi adalah bidang yang; menyelidiki makna yang ada (eksistensi dan keberadaan), sumber ada, jenis ada dan hakikat ada, termasuk ada alam, manusia, metafisika, dan kesemestaan atau kosmologi

9.   Apa sumber penelitian Epistemologi?

Epitemologi meneliti sumber pengetahuan proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas validitas ilmu pengetahuan. Jadi, epistemologi dapat disebut ilmu tentang ilmu atau teori terjadi ilmu atau science of science wissenschaftslehre.

10. Aspek Aksiologi, jelaskan definisi:

10.1 Menurut Runes

Aksiologi menurut Runes berasal dariistilah Yunani, axios yang berarti nilai, manfaat, pikiranatau ilmu/teori. Dalam pengertian yang modern disamakan dengan teori nilai, yakni sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik, bidang yang menyelidiki hakikat nialai, kriteria, dan kedudukan metafisika suatu nilai.

10.2 Menurut Prof. Brameld

Menurut Prof. Brameld, aksiologi dapat disimpulkan sebagai suatu cabang filsafat yang menyelidiki :

  • Tingkah laku moral, yang bewujud etika,
  • Ekspresi etika,yangberwujud estetika atau seni dan keindahan, dan
  • Sosio politik,yangberwujud ideologi.
  1. 11. Apakah bidang penyelidikan dari Aksiologi?

Bidang aksiologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai, sumber nilai, jenis dan tingkatan nilai dan hakikat nilai.

12.  Jelaskan mengenai pandangan Integralistik?

Dalam uraian pandangan Integralistik ketatanegaraan Indonesia,kita bertolak daripidato Prof. Mr. Dr. R. Soepomo dalam rapat Badan Penyelidikan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPKI) pada tanggal 31 Mei 1945.Dalam pidato tersebut dikemukakan 3 aliran pikiran atau teori tentang pengertian Negara (staatsidee) yang penting dalam mempertimbangkan dan menetapkan dasar negara. Ketiga aliran pikiran atau teori itu adalah :

  1. Teori perseorangan atau teori individualistik,
  2. Teori golongan atau teori kelas (class theory), dan
  3. Teori persatuan atau teori Integralistik

C. NILAI – NILAI PANCASILA

1.   Sebutkan dan jelaskan tentang hubungan manusia dan masyarakat?

Ada beberapa pokok mengenai hubungan manusia dalam masyarakat, ada yang memberi arti yang sangat kuat kepada manusia sebagai pribadi. Pandangan ini memberi bobot yang berlebihan. Dalam kehidupanmanusiaterjadi persaingan bebas yang tidak jarang terjadi penindasan terhadap kaum yang lemah akhrnya membawakecendrungan hanya yang kuat sajalah

2. Sebutkan dan Jelaskan secara singkat beberapa hubungan manusia yang terkandung dalam nilai – nilai Pancasila?

Hubungan manusia yang terkandung dalam nilai – nilai Pancasila adalah sebagai berikut :

  • Hubungan Vertikal

Yaitu hubungan manusia dengan TuhanYang Maha Kuasa, sebagai penjelmaan dari nilai – nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

  • Hubungan Horizontal

Yaitu hubungan manusia dengan sesamanya baik dalam funsinya sebagai warga masyarakat, warga bangsa, warga negara.

  • Hubungan Alamiah

Yaitu hubungan manusia dengan alamsekitar yang meliputi hewan, tumbuh – tumbuhan, dan alam dengan segala kekayaannya.

3.   Sebutkan alasan – alasan prinsipil Pancasila sebagai Pandangan hidup, memiliki fungsi mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, antar manusia, manusia dengan masyarakat atau bangsanya, dan manusia dengan lingkungannya?

Alasan yang prinsipil Pancasila sebagai Pandangan hidup fungsinya adalah sebagai berikut:

  1. Mengakui adanya kekuatan gaib yang ada di luar diri manusia menjadi pencipta serta mengatur serta penguasa alam semesta.
  2. Keseimbangan dalam hubungan, keserasian – keserasian dan untuk menciptakannya perlu pengendalian diri..
  3. Dalam mengatur hubungan, peranan dan kedudukan bangsa sangat penting. Persatuan kesatuan sebagai bangsa merupakan nilai sentral.
  4. Kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, serta musyawarah untuk mufakat dijadikan sendi kehidupan bersama.
  5. Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bersama.
  1. 4. Sebutkan masalah pokok filosofi Pancasila bersumber kepada masalah keadilan?

Masalah – masalah asasi filsafati tentang Negara yang terpusat pada 5 masalah keadilan, yaitu :

  1. Masalah pertama : Apa Negara itu? Masalah ini dijawab dengan prinsip kebangsaan Indonesia.
  2. Masalah kedua : Bagaimana hubungan antar bangsa, antar Negara? Masalah ini dijawab dengan prinsip perikemanusiaan.
  3. Masalh ketiga : Siapakah sumber dan pemegang kekuasaan Negara? Masalah ini dijawab dengan prinsip demokrasi.
  4. Masalah keempat : Apa tujuan Negara? Masalah ini dijawab dengan prinsip Negara kesejahteraan.
  5. Masalah kelima : Bagaimana hubungan antar agama dan Negara? Masalah ini dijawab dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.

IV. PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK

A. Bidang Etika Politik

1. Pengertian etika politik

1.1   Jelaskan pengertian etika politik?

Yaitu etika yang mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan bukan hanya sebagai warga Negara terhadap Negara, hukum yang berlaku dan lain sebagainya

1.2 Apakah fungsi etika?

Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoretis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi, prasargka dan apriori, melainkan secara rasional, obyektif, dan argumentatif. Etika politik tidak langsung mencampuri politik praktis. Tugas etika politik membantu agar pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankun secara obyektif. Etika politik dapat memberikan patokan orientasi dan pegangan normatif bagi mereka yang memang mau menilai kualitas tatanan dan kehidupan politik dengan tolak ukur martabat manusia atau mempertanyakan legitimasi moral sebagai keputusan politik. Suatu keputusan bersifat politic apabila diambil dengan memperhatikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

1.3   Sebutkan yang termasuk bidang etika khusus?

Ada berbagai bidang etika khusus, seperti etika individu, etika sosial, etika keluarga, etika profesi, dan etika pendidikan.

1.4   Apakah fungsi norma moral?

Etika berkaitan dengan norma moral,yaitu norma untuk mengukur betul – salahnya tindakan manusia sebagai manusia.

1.5   Apakah fungsi etika politik?

Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyedian alat – alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi,prasangka dan apriori, melainkan secara rasional, obyektif, dan argumentatif. Etikapolitik tidak langsung mencampuri politik praktis.

1.6   Apakah yang menjadi pembahasan utama Etika Politik?

Yang menjadi pembahasan utama Etika Politik adalah hukum dan kekuasaan Negara.

1.7   Apakah Fungsi Hukum dan kekuasaan?

Hukum sebagai lembaga penata masyarakat yang normatif, kekuasaan Negara sebagai lembaga penata masyarakat yang efektif  sesuai dengan struktur ganda kemampuan manusia (makhluk individu dan sosial). Jadi etika politik membahas hukum dan kekuasaan.

1.8   Jelaskan hubungan antara hukum dan kekuasaan?

Sebetulnya keduanya tidak terpisah, hukum tanpa kekuasaan Negara tidak dapat berbuat apa – apa, sifatnya normatif belaka, hukum tidak mempunyai kemampuan untuk bertindak. Sedangkan Negara tanpa hukum adalah buta. Negara yang memakai kekuasaannya di luar hukum sama dengan berbuat tanpa pengertian. Negara semacam itu menjadi Negara penindas dan sangat mengerikan.

1.9    Apakah Prinsip – prinsip Etika Politik yang menjadi titik acuan orientasi moral bagi suatu Negara?

Prinsip – prinsip Etika Politik yang menjadi titik acuan orientasi moral bagi suatu Negara adalah adanya cita – cita the rule of law, partisipasi demokratis masyarakat, jaminan hak – hak asasi manusia menurut kekhasan paham kemanusian dan struktur sosial budaya masyarakat masing – masing dan keadilan sosial.

2. Legitimasi Kekuasaan

2.1 Apakah pokok permasalahan Etika Politik?

Pokok permasalahan Etika Politik adalah legitimasi etis kekeuasaan, yang dapat dirumuskan dengan suatu pertanyaan, yaitu dengan moral apa seseorang atau sekelompok orang memegang dan menggunakan kekuasaan yang mereka miliki? Betapa besarnya kekuasaan yang dimiliki seseorang, dia harus berhadapan dengan tuntutan untuk menuntut pertanggungjawaban.

2.2 Apakah Legitimasi etis kekuasaan?

Yaitu pembenaran atau pengabsahan wewenang Negara (kekuasaan Negara) berdasarkan prinsip – prinsip moral.

2.3 Apakah kewibawaan penguasa yang paling meyakinkan?

Kewibawaan penguasa yang paling meyakinkan adalah keselarasan sosial,yaitu tidak terjadi keresahan dalam masyarakat.

2.4 Jelaskan indiktor – indiktor adanya keselarasan?

Segala bentuk kritik, ketidakpuasan, tantangan, perlawanan, dan kekacauan merupakan tanda bahwa masyarakat resah.

2.5 Jelaskan indiktor – indiktor tidak adanya keselarasan?

Sebaliknya, keselarasan akan nampak apabila masyarakat merasa tenang, tentram, dan sejahtera.

2.6 Sebutkan 2 (dua) hal yang termasuk legitimasi kekuasaan?

  • Legitimasi etis,yaitu pembenaran atau pengabsahan wewenang Negara (kekuasaan Negara) berdasarkan prinsip-prinsipmoral.
  • Legitimasi lagalitas,yaitu keabsahan kekuasaan itu berkaitan dengan fungsi-fungsi kekuasaan Negara dan menuntut agar fungsi-fungsi itu diperoleh dan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

3. Legitimasi Moral dalam Kekuasaan

3.1 Apakah yang dipersoalkan legitimasi etis?

Legitimasi etis mempersoalkan keabsahan kekuasaan politik dari segi norma-norma moral.

3.2 Legitimasi muncul dalam kontek apa?

Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan Negara baik dari legislatif maupun eksekutif dapat dipertanyakan dari segi norma-norma moral. Tujuannya adalah agar kekuasaan itu mengarahkan kekuasaan ke pemakain kebijakan dan cara –cara yang semakin sesuai dengan tuntutan – tuntutan kemanusiaan yang adil dan beradap.

3.3 Apakah yang menentukan moralitas masyarakat?

Moralitas kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Apabila masyarakatnya adalah masyarakat relegius, maka ukuran apakah penguasa iti memiliki etika politik tidak lapas dari moral agama yang di anut oleh masyarakat.

3.4 Apakah hakekat hati nurani dari kekuasaan?

Pada hakekatnya kekuasan memiliki hati nurani, yaitu keadilan dan kemakmuran rakyat.

3.5 Jelaskan jika kekuasaan :

a. Tidak memiliki hati nurani?

Maka kekuasaan yang terlihat adalah perebutan kekuasaan semata-mata yang dilumuri oleh intrik,fitnah,dengki,cacimaki,dan iri hati. Sehingga kekuasaan akan merusak tatanan kerukunan hidup masyarakat.

b. Memiliki hati nurani?

Maka kekuasaan adalah amanat rakyat sehingga akan melahirkan martabat,harga diri dan rezeki.

B. PENGERTIAN NILAI, NORMA, DAN MORAL

1. NILAI

1.1    Jelaskan secara singkat peranan nilai,moral dan norma dalam kehidupan manusia dan masyarakat?

Untuk memberi motivasi dan arah seluruh anggota masyarakat untuk berbuat, bertingkah, dan bersikap

1.2   Jelaskan definisi nilai jelaskan etimologinya?

Nilai adalah suatu yang berharga, berguna, indah, memperkaya batin, dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya.

1.3   Apa sumber dan fungsi daripada nilai?

Nilai bersumber dari pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia.

1.4   Berilah beberapa contoh wujud kebudayaan sebagai suatu system nilai?

Cita – cita, gagasan, konsep, ide tentang segala hal atau sesuatu. Lalu nilai, sebagai system ( system nilai) merupakan satu wujud kebudayaan, disamping system sosial.

1.5   Sebutkan identifikasi nilai dalam kehidupan masyarakat ALPORT?

Alport mengidentifikasi nilai – nilai yang terdapat dalam kehidupan masyarakat ada enam macam, yaitu nilai teori, nilai ekonomi, nilai estetika, nilai sosial, nilai, politik, dan niali religi.

1.6   Sebutkan 3 kategori pembagian nilai menurut Prof. Notonegoro?

Menurut Prof. Notonegoro membagian nilai dalam 3 kategori, yaitu sebagai berikut :

  1. Nilai Material
  2. Nilai Vital
  3. Nilai Kerohanian, terbagi menjadi 4 yaitu :

-     Nilai Kebenaran

-     Nilai Keindahan Moral

-     Nilai Moral

-     Nilai Religi

1.7        Apa dasar pemikiran nilai bagi manusia?

Nilai berperan sebagai dasar pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia

1.8        Dalam pelaksanaannya, nilai dijabarkan dalam bentuk apa?

Dalam pelaksanaannya nilai – nilai dijabarkan dalam wujud norma, ukuran, dan criteria sehingga merupakan suatu keharusan anjuran atau larangan, tidak dikehendaki, atau tercela.

1.9        Apakah peran daripada nilai?

Nilai berperan sebagai dasar pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia.

1.10    Dimana keberadaan nilai?

Nilai berada dalam hati nurani, kata hati, dan pikiran sebagai suatu keyakinan, dan kepercayaanyang bersumber dari berbagai sistem nilai.

1.11    Sebutkan 5 unsur yang ada pada manusia?

Unsur – unsur yang ada pada manusia sebagai subjek peniali, yaitu:

  • Unsur – unsur jasmani,
  • Unsur – unsur akal,
  • Unsur – unsur rasa,
  • Unsur – unsur karsa (kehendak),
  • Unsur – unsur  kepercayaan.

2.MORAL

2.1           Jelaskan etimologi dan arti moral?

Nilai berasal dari kata mos (mores)=kesuislaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.

2.2     Jelaskan wujud pribadi yang bermoral dan tidak bermoral?

Wujud pribadi yang bermoral seorang pribadi yang taat kepada aturan –aturan, kidah – kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Sedangkan pribadi yang dianggap tidak bermoral adalah sebaliknya.

2.3     Sebutkan perwujudan dari moral?

Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsip – prinsip yang benar, baik, terpuji dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan normayang mengikat kehidupan masyarakat, Negara, dan bangsa.

2.4     Sebutkan macam – macam dari moral?

  • Moral Ketuhanan atau Agama,
  • Moral Filsafat,
  • Moral etika,
  • Moral Hukum, dan
  • Moral Ilmu.

2.5     Nilai, moral dan norma, bersama – sama mengatur apa?

Nilai, moral dan norma, bersama mengatur kehidupan masyarakat dalam berbagai aspeknya.

Dan jelaskan perbedaan dari Norma dan Moral?

Kalau Norma yaitu suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendakai oleh tata nilai untuk dipatuhi. Sedangkan moral ajarannya untuk mewujudkan kesadaran dan sikap luhur yang sesuai dengan tata nilai untuk dipatuhi, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.

3.NORMA

3.1     Jelaskan etimologi dan arti dari norma?

Norma adalah petunjuk tingkah laku yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari – hari berdasarkan motivasi tertentu.

3.2     Sebutkan beberapa contoh perwujudan dari norma?

Norma sesungguhnya perwujudan martabat manusia sebagai makhluk budaya, sosial, moral, dan religi. Norma merupakan suatu kesadaran dan sikap luhur yang dikehendakai oleh tata nilai untuk dipatuhi. Oleh sebab itu, norma dalam perwujudannya dapat berupa norma agama,norma filsafat, norma kesusilaan, norma hukum,dan norma sosial.

3.3     Sebutkan dan jelaskan macam – macam norma yang terdapat dalam masyarakat?

  • Norma Agama

Yaitu suatu norma yang mengatur dalam segala hal yang berhubungan dengan keagamaan.

  • Norma Kesusilaan

Yaitu suatu norma yang mengatur tentang menjaga diri harkat dan martabat seseorang, baik warga Negara ataupun Negara ini sendiri.

  • Norma Kesopanan

Norma yang mengatur tentang sikap atau perbuatan kita dalam keadaan apapun, dan berbicara sekalipun.

  • Norma Hukum

Norma yang berbentuk aturan – atuaran atau larangan dan juga memberikan sanksi yang memberi tindak tegas apabila ada yang melanggarnya..

  • Norma Adat

Yaitu suatu norma yang sudahmenjadi kebiasaan atau disebut tradisi bangsa atau Negara itu sendiri yang tidak bias dirubah oleh siapa pun.

3.4     Apakah yang menjadi kekuatan dari pada norma?

Norma memiliki kekuatan untuk dipatuhi yang dikenal dengan sanksi.

3.5       Jelaskan pengertian sanksi?

Sanksi adalah suatu tindakan yang diberikan kepada manusia, baik secara perorangan atau kelompok/organisasi, karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

3.6     Apa isi daripada sanksi?

a. Norma agama sanksinya dari tuhan

b. Norma Kesusilaan dengan sanksinya rasa malu dan menyesal terhadap diri sendiri

c. Norma kesopanan sanksinya berupa mengucilkan dalam pergaulan masyarakat

d. Norma hukum sanksinya berupa penjara atau kurungan atau denda yang dipaksakan oleh alat Negara.

3.7     Pada umumnya norma hukum lebih ditakuti dari pada norma – norma linnya, jelaskan?

Terdapat berbagai macam norma, dan dari berbagai macam norma tersebut norma hukumlah yang paling kuat keberlakunya, karena dapat dipaksakan oleh suatu kekuasaan eksternal misalnya penguasa atau penegak hukum.

3.8     Jelaskan perbedaan dari norma moral, norma sopan santun, dan norma hukum?

ü      Norma moral berasal dari suara hati

ü      Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari ,

ü      Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan,

3.9     Jelaskan isi dari

a. Perintah

Keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh sebab akibat-akibatnya di pandang baik.

b. Larangan

Keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibat di pandang tidak baik.

3.10    Berilah beberapa contoh dari pada :

  1. Norma Agama

Melakukan sembahyang kepada Tuhan, tidak berbohong, tidak boleh mencuri, dan Berzina.

  1. Norma Kesusilaan

Orang yang mempertontonkan dan berhubungan intim di tempat umum akan dicap tidak susila,melecehkan wanita atau laki-laki di depan orang.

  1. Norma Kesopanan

Tidak meludah di sembarang tempat, memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak kencing di sembarang tempat., orang muda harus menghormati yang tua.

  1. Norma Hukum

Apabila Dengan Sengaja Menghilangkan Jiwa/ nyawa orang lain di ancam hukuman setinggi-tingginya 15 tahun

C. NILAI DASAR , NILAI INSTRUMENTAL,DAN NILAI PRAKSIS

Penjabaran dari nilai di kelompokan menjadi 3 macam yaitu Nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis.

1. NILAI DASAR

1.1 Jelaskan pengertian nilai dasar?

Nilai yang berupa hakikat, esensi, entisari dan makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut karena setiap nilai memiliki nilai dasar.

1.2 Bagaimana dengan sifat dari nilai dasar berilah contoh?

Nilai dasar bersifat universal karena menyangkut kenyataan obyektif dari segala sesuatu contohnya hakikat Tuhan manusia atau makhluk lainnya.

1.3 Mengapa jika nilai dasar tersebut berkaitan dengan tuhan di sebut bersifat mutlak?

Tuhan adalah kuasa Prima (penyebab pertama) karena segala sesuatu yang diciptakan berasal dari kehendak Tuhan.

1.4 Apakah wujud dari nilai dasar yang bersumber pada hakikat manusia ?

HAM (Hak Asasi Manusia)

1.5 Apakah nilai dasar yang menjadi sumber etika bangsa Indonesia?

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

2. NILAI INSTRUMENTAL

2.1 Jelaskan pengertian nilai instrumental?

Nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan nilai dasar.

2.2. Jelaskan bahwa nilai instrumental merupakan eksplitas dari Nilai Dasar ‘?

Karena nilai dasar belum dapat bermakna sepenuhnya apabila nilai dasar tersebut belum formulasi serta parameter atau ukuran yang jelas dan konkret.

2.3 Jelaskan berbentuk apakah Nilai Instrumental tersebut jika berkaitan dengan

a. Tingkah laku manusia

Apabila nilai instrumental berkaitan dengan Tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari maka nilai tersebut akan menjadi norma moral, tetapi

b. Suatu organisasi atau Negara

Apabila nilai instrumental  berkaitan dengan suatu organisasi atau Negara maka merupakan suatu arahan kebijakan atau strategi yang bersumber nilai dasar.

2.4 Dalam kehidupan kenegaraan RI, Nilai Instrumental itu diwujudkan dalam bentuk apa?

Pasal-pasal Undang-undang Dasar 1945.

2.5 Jelaskan bahwa tanpa ketentuan pasall-pasal dalam UUD 1945, Pancasila

belum memberikan makna yang kongkret dalam kehidupan kenegaraan RI ?

Karena merupakan penjabaran dari nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila pancasila.

3. NILAI PRAKSIS

3.1 Jelaskan pengertian NilaiPraksis?

Nilai Praksis merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan nyata.

3.2 Jelaskan bahwa Nilai Praksis tidak bertentangan dengan,nilai Dasar dan Nilai Instrumental ?

Karena merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai dasar dan nilai instrumental sehingga di jiwai oleh nilai-nilai  tersebut.

3 3 Sebutkan beberapa contoh, Nilai Praksis dalam kehidupan kenegaraan

Undang-undang organik, yaitu semua perundang-undangan yang berada di bawah UUD 1945 sampai kepada peraturan Pelaksanaan yang di buat oleh pemerintah.

3.4 Jelaskan, apakah isi dari Tap MPP. No. III/MPR/2000

Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan  yang berisi bahwa tata urutan peraturan perundangundangan merupakan pedoman dalam pembuatan aturan hukum di bawahnya. Yaitu sebagai berikut :

a. Undang-undang dasar

b. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat

c.Undang-Undang

d. Peraturan pemerintah penggatnti undang-undang(PERPU)

e. Peraturan Pemerintah

f. Keputusan Presiden

g. Peraturan daerah.

3.5 Jika Nilai – nilai tersebut dikait dengan UUD 1945, maka :

a. Dimanakah dicantumkan Nilai Dasar pada UUD1945

Pembukaan UUD 1945

b. Da1am bentuk apakah Nilai Instnunental diwujudkan dalam UUD 1945?

Pasal-pasal UUD 1945 dan Ketetapan MPR.

c. Dimanakah dalam bentuk apakah Nilai Praksis diwujudkan dalam Uraian

Peraturan Perundangan RI ?

Dapat di temukan dalam peraturan perundang-undangan berikutnya, yaitu dalam undang-undang sampai kepada peraturan di bawahnya.

D. PANCASILA SEBAGAI NILAI DASAR FUNDAMENTAL BAGI BANGSA DAN NEGARA RI

1. Mengapa Pancasila disebut memiliki sifat Universal, jelaskan ?

Karena Pancasila memperlihatkan napas humanisme yang dapat dengan mudah di terima oleh siapa saja.

2. Jelaskan walaupun Pancasila, bersifat Universal tidak begitu saja dapat diterima semua bangsa?

Memiliki perbedaan yangterletak pada fakta sejarah bahwa ilai –nilai secara sadar di rangkai dan di sahkan menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai basis perilaku politik dan sikap moral bangsa.

3. Jelaskan bahwa pancasila memiliki khas bangsa Indonesia?

Memiliki sifat yang Universal namun tidak begitu saja dapat diterima semua bangsa yang nilai-nilai khususnya termuat dalam Sila-sila Pancasila.

4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat, nilai khusus dari Sila-sila Pancasila?

Sila Pertama : Ketuhanan YME yang memuat pengakuan eksplisit akan eksistensi Tuhan sebagai  sumber dan pencipta universum.

Sila kedua : Kemanusiaan yg adil dan beradab yang merupakan refleksi lebih lanjut dari sila pertama memperlihatkan secara mendasar dari negara atas martabat manusia dan sekaligus komitmen untuk melindunginya. Asumsi dasar di batik prihsip kedua ini ialah bahwa manusia, karena kedudukannya yang khusus di antara ciptaan-ciptaan lainnya di dalam universum, mempunyai hak dan kewajiban untuk mengembangkan kesempatan untuk meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Dengan demikian, manusia secara natural dengan akal dan budinya mempunyai kewajiban untuk mengembangkan dirinya menjadi person yang bernilai.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia, secara khusus meminta perhatian setiap warga negara akan hak dan kewajiban dan tanggung jawabnya pada negara, khususnya dalam menjaga eksistensi negara dan bangsa.

Sila keempat: Demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, memperlihatkan pengakuan negara serta perlindungannya terhadap kedaulatan rakyat yang dilaksanakan dalam iklim musyawarah dan mufakat. Dalam iklim keterbukaan untuk saling mendengarkan, mempertimbangkan satu sama lain, dan juga sikap belajar serta saling menerima dan memberi. Hal ini berarti bahwa setiap orang diakui dan dilindungi haknya untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, secara istimewa menekankan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Setiap warga negara harus bisa menikmati keadilan secara nyata, tetapi iklim keadilan yang naerata hanya bisa dicapai apabila struktur sosial masyarakat sendiri secara adil. Keadilan sosial terutama menuntut informasi struktur-struktur sosial, yaitu struktur ekonomi, politik, budaya, dan ideologi ke arah yang lebih akomodatif terhadap kepentingan masyarakat.

5. Sebutkan 4 Pokok Pikiran dari Pembukaan UUD 1945 ?           .

Pokok pikiran pertama, negara Indonesia adalah negara persatuan, yaitu negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara mengatasi segala paham golongan dan perseorangan. Hal ini merupakan penjabaran dari sila ketiga.

Pokok pikiran kedua, menyatakan bahwa negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam hat ini negara berkewajiban mewujudkan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pokok pikiran ini penjabaran dari sila kelima.

Pokok pikiran ketiga, menyatakan negara berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran ini menunjukkan negara Indonesia demokrasi, yaitu kedaulatan di tangan rakyat, sesuai dengan sila keempat.

Pokok pikiran keempat, menyatakan bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yanag adil dan be}-adab. Pokok pikiran ini sebagai penjabaran dari sila pertama dan kedua.

6. Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945, hakekatnya merupakan nilai-nilai dari apa?

Pokok-pokok kaidah Negara yang fundamental.  ,

7. Mengapa Pancasila dan Pembukaan UUU 1945, disebut sebagai pokok-pokok Kaidah Negara yang Fundamental?

Karena di dalamnya terkandung pula konsep-konsep sebagai berikut:

  1. Dasar-dasar pemnbentukan negara, yaitu tujuan negara, asas politik negara (negara Republik Indonesia dan berkedaulatan rakyat), dan asas kerohanian negara (Pancasila).
  2. Ketentuan diadakannya undang-undang dasar, yaitu ” … maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu undang-undang dasar Negara Indonesia..”. Hal ini menunjukkan adanya sumber hukum.

8. Jelaskan mengapa Pembukaan UUD 1945, tidak dapat diubah secara hukum?

Karena Pembukaan UUD 1945 memuat nilai-nilai dasar yang fundamental yang dalam hukum mempunyai hakikat dan kedudukan yang tetap dan tidak berubah,  Apabila terjadi perubahan berarti pembubaran Negara proklamasi 1945

9. Jelaskan bahwa Pancasila memiliki susunan majemuk tunggal (merupakan satu kesatuan yang bersifat organis).

Pancasila adalah suatu kesatuan yang majemuk tunggal, setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terlepas dari sila lainnya, diantara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan.

Inti dan isi Pancasila adalah manusia monopluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat (jasmani –rohani), sifat kodrat (individu-makhluk sosial), kedudukan kodrat sebagai pribadi berdiri sendiri, yaitu makhluk TuhanYang Maha Esa.
Unsur-unsur hakekat manusia merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis, dan setiap unsur memiliki fungsi masing-masing namun saling berhubungan. Pancasila merupakan penjelmaan hakekat manusia monopluralis sebagai kesatuan organis

10. Jelaskan bahwa lima sila dari Pancasila memiliki susunan Hierarchies -Piramidal dan merupakan suatu Sistema -Falsafah?

Bentuk susunan Pancasila yang hierarkis – piramidal adalah sebagai berikut:

Sila pertama          : meliputi dan menjiwai sila kedua, sila ketiga, sila keempat, dan sila kelima.

Sila kedua                       : diliputi dan dijiwai sila pertama, meliputi dan menjiwai sila ketiga, sila keempat, dan sila kelima.

Sila ketiga                       : diliputi dan dijiwai sila pertama dan sila kedua, meliputi dan menjiwai sila keempat dan sila kelima.

Sila keempat         : diliputi dan dijiwai sila pertama, sila kedua, dan sila ketiga, meliputi dan menjiwai sila kelima.

Sila kelima                      : diliputi dan dijiwai oleh seluruh sila-sila. Konsep Negara Pancasila

11. Jelaskan Negara Pancasila?

Konsep negara Pancasila menurut pembukaan UUD 1945 adalah paham negara persatuan yang meliputi kehidupan masyarakat.

1) Sifat sosialistis – religius.

2) Semangat kekeluargaan dan kebersamaan.

3) Semangat persatuan.

4) Musyawarah.

5) Menghendaki keadilan sosial.

12. Jelaskan Ide Pokok Bangsa dan Kebangsaan Indonesia?

Ide pokok bangsa dan kebangsaan Indonesia dapat dilihat dari sifat keseimbangan Pancasila, yaitu sebagai berikut.

1) Keseimbangan antara golongan agama (Islam) dan golongan nasionalis (negara theis demokrasi)

2) Keseimbangan antara sifat individu dan sifat sosial (aliran monodualisme).

3) Keseimbangan antara ide-ide asli Indonesia (paham dialektis).

13. Jelaskan tentang Paham Integralistik?

Paham integralistik (paham negara persatuan) tercermin dalam nilai-nilai dasar paham kekeluargaan, yaitu sebagai berikut.

1)      Persatuan dan kesatuan serta saling ketergantungan satu sama lain dalam masyarakat.

2)      Bertekad dan berkehendak sama untuk kehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu.

3)      Cinta tanah air dan bangsa serta kebersamaan.

4)      Kedaulatan rakyat dengan sikap demokratis dan toleran.

5)      Kesetiakawanan sosial, nondiskriminatif.

6)      Berkeadilan sosial dan kemakrnuran masyarakat.

7)      Menyadari bahwa bangsa Indonesia berada dalam tata pergaulanan dunia dan universal.

8)      Menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

E. ETIKA POLITIK DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA :

1. Jelaskan pengertian dari Etika Kehidupan Berbangsa?

Sesuai dengan Tap. MPR No.Vl/MPR/2001 dinyatakan pengertian dari etika kehidupan berbangsa adalah rumusan yang bersumber dari ajaran agama yang bersifat universal dan nilai-nilai budaya bangsa yang terjamin dalam Pancasila sebagai acuan dalam berpikir, bersikap, dan bcrtingkah laku dalam kehidupan berbangsa.

2. Dimana dicantumkan tentang Etika Kehidupan Berbangsa?

Tap. MPR No.Vl/MPR/2001

3. Apakah langkah awal/permulaan pembinaan Etika Politik dalam kehidupan Berbangsa?

Langkah permulaan dimulai dengan membangun konstruksi berpikir dalam rangka menata kembali kultur politik bangsa Indonesia.,.

4. Kita sebagai Warganegara memiliki hak-hak Politik:

4.1 Apakah artinya hak-hak politik?

4.2 Berilah contoh 5 macam hak politik ?

4.3 Apa tujuan warganegara diberikan hak-hak politik.?

Kita sebagai warga negara telah memiliki hak-hak politik dalam kehidupan bernegara Agar warga Negara  saling bersosialisasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesama warga negara dalam berbagai wadah.

4.4 Sebutkan Wadah-wadah pelaksanaan hak-hak politik.?

Wadah infra-struktur dan suprastruktur.

5. Sebutkan wadah Infrastukstur dalam menyalurkan hak-hak politik ?

Wadah infrastruktur, antara lain mimbar bebas, unjuk rasa, bicara secara lisan atau tulisan. Aktivitas organisasi partai politik atau lembaga sosial kemasyarakatan, kampanye pemilihan umum, penghitungan suara dalam memilih wakil di DPR atau pimpinan eksekutif

6. 6.1 Sebutkan wadah Suprastruktur dalarn bidang legislative mulai dari pusat sampai kedaerah ?

Sedangkan wadah suprastruktur antara lain mencakup semua lembaga legislatif di semua tingkat dan jajaran eksekutif (mulai dari Presiden sampai ke RT/RW) dalam semua jajaran lembaga kekuasaan kehakiman (tingkat pusat sampai ke daerah-daerah). Ke semua wadah tersebut telah diatur.dengan perundang-undangan dengan sedemikian rupa agar hak-hak politik terdapat berjalan sebagaimana mestinya.

6.2 Sebutkan wadah Suprastruktur dalam bidang Eksekutif mulai dari Pusat. sampai ke Daerah?

7. Dewan Kehormatan DPR

Dalam kehidupan politik Indonesia banyak suara masyarakat untuk menuntut agar dibentuknya dewan kehormatan dalam berbagai institusi kenegaraan dan kemasyarakatan, termasuk di DPR dengan harapan etika politik dapat terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

7.1 Apa dasar dibentuknya Dewan Kehormatan DPR.?

Berdasarkan Tap. MPR No. VI / MPR/ 2002 tentang Rekomendasi Atas Laporan Pelaksanaan Putusan MPR oleh Presiden, DPR, DPA, MA, dan BPK, DPR harus segera membentuk dewan kehormatan

7.2 Apa tugasnya Dewan Kehormatan DPR.

Untuk memeriksa anggota DPR yang kurang disiplin.

7.3 Sebutkan isi Tap MPR No. VI/MPR/2002

Dalam Tap. MPR VI/MPR/2002 ditegaskan: DPR perlu meningkatkan kinerja anggotanya dengan landasan moral, etika, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

7.4 Sebutkan bunyi Pasal 6 Tata Tertib DPR mengenai tata tertib DPR?

Dalam Pasal 6 tata tertib DPR mengenai kode etik DPR, diungkapkan dalam :

ayat (1)   : anggota DPR harus mengutamakan tugasnya dengan cara menghadiri secara fisik setiap rapat yang menjadi kewajibannya.

Ayat (2) : menegaskan, ketidakhadiran anggota secara fisik sebanyak tiga kali berturut-turut dalam rapat sejenis, tanpa izin dari pimpinan fraksi merupakan suatu pelanggaran kode etik.

8. Sebutkan factor-faktor dari dalam negeri yang menyebabkan terjadi  krisis multidimensional, yang mengancam terhadap persatuan bangsa dan kemunduran dalam pelaksanaan Etika kehidupan bangsa?

Faktor yang berasal dari dalam negeri, antara lain sebagai berikut.

  1. Masih lemahnva pengamalan agama dan munculnya pemahaman ajaran agama yang keliru dan sempit.
  2. Sistem sentralisasi pemerintahan di masa lampau sehingga timbal fanatisme daerah.
  3. Tidak berkembangnya pemahaman kemajemukan dalam kehidupan berbangsa.
  4. Terjadinya ketidakadilan ekonomi dalam kurun waktu yang panjang sehingga munculnya perilaku ekonomi yang bertentang dengan moralitas dan etika.
  5. Kurangnya keteladanan bersikap dan berperilaku sebagai pemimpin bangsa.

9. Sebutkan faktor-faktor dari luar negeri?

Faktor penyebab dari luar negeri adalah sebagai berikut.

  1. Pengaruh globalisasi yang luas dengan persaingan bangsa yang semakin tajam.
  2. Makin tingginya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

10. 10.1 Apakah pokok-pokok dalam kehidupan berbangsa?

Pokok-pokok etika dalam  kehidupan berbangsa mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sportifitas, disiplin, etos kerja, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, tanggung jawab, menjaga kehormatan serta martabat diri sebagai warga bangsa.

10.2 Sebutkan isi Tap MPRNo. VI/MPR/2001 mengenai etika kehidupan berbangsa?

Dalam Tap. MPR No. VI/MPR/2001 diuraikan etika kehidupan berbangsa adalah sebagai berikut.

1. Etika sosial dan budaya.

2. Etika politik dan pemerintahan.

3. Etika ekonomi dan bisnis.

4. Etika penegakan hukum yang berkeadilan.

5. Etika keilmuan.

6. Etika lingkungan.

—-SELESAI—-